Menelusuri Penemuan Gerbang Ishtar Babylonia yang Megah

Salah satu penemuan paling spektakuler diabad ke 20 ini gaes adalah penemuan portal Gerbang Ishtar dari jaman Babylonia. Gerbang ini aslinya udah hancur berkeping-keping, namun sudah di rekonstruksi ulang dan telah dipajang di Museum Pergamon di Berlin.

Jadi ceritanya gini gaes, tau kan dengan sejarah Babylonia? Babylonia tuh merupakan kota yang sudah terkenal kemegahannya sebelum penanggalan masehi. Arsitekturnya keren gaes, padahal itu jauh sebelum ada teknologi loh. Taman gantung dan menara Babylonia tu contoh peninggalan yang masih tersisa darinya

Back to topik, Gerbang Ishtar ini awalnya ditemukan oleh dua arkeolog terkenal jerman, Robert Koldewey dan Walter Andrae. Awalnya memang mereka datang ke situs Babylonia pada bulan maret 1899 karena ingin mengungkapkan kota indah yang udah dibangun oleh Nebukadnezar II pada abad ke enam sebelum masehi

Yah walaupun mereka tidak yakin juga akan menemukan situs taman gantungnya, tapi mereka tetap yakin bahwa mereka akan menemukan sesuatu selama penelitian mereka

Akhirnya kerja keras mereka membuahkan hasil. Diantara penemuan spektakuler yang berhasil mereka temukan adalah Gerbang Ishtar ini. Paling kerennya dari gerbang ini gaes, bahwa gerbang ini awalnya dibangun dari batu bata kaca dan dihiasi dengan penggambaran makhluk mitologi yang keren banget. Salah satunya ada naga, sapi liar dan singa juga ada di corak dindingnya. 

puing-puing dari Isthar Gate (uned.es)

Isthar sendiri merupakan dewi cinta dan kesuburan bagi masyarakat Babylonia. Karena dia juga merupakan dewa yang menghubungkan manusia dengan para dewa lainnya, makanya dibuatlah gerbang. Inilah akhirnya disebut dengan Gerbang Ishtar

Penemuan ini bukan tanpa kendala gaes, ditahun 1914, Koldewey dan Andrae sempat menghentikan penelitian mereka karena adanya perang dunia I yang berkecambuk pada saat itu di Eropa. Dan dilanjutkan kembali di tahun 1926 setelah salah satu penelitinya, Koldewey meninggal. Andrae meminta pihak Universitas Porto di Portugal, yang sebelumnya merupakan tempat berbagai temuan Babylonia yang mereka ungsikan saat perang dunia, untuk mengirimkan kotak-kotak fragmen temuan tersebut ke Berlin.

potongan fragmen yang sedang disusun (traveltoeat.com)

Dari situlah Andrae mengambil sebuah keputusan yang berani untuk merekonstruksi bagian luar dari Gerbang Ishtar tersebut. Proyek ambisius tersebut akhirnya di mulai dari tahun 1928 gaes. Akhirnya dalam dua tahun, setelah melakukan pekerjaan melelahkan dengan menggabungkan teka teki dari potongan fragmen-fragmen tersebut (jangan salah gaes jumlahnya ribuan fragmen), mereka berhasil menyelesaikan bentuk 30 singa, 26 sapi jantan, dan 17 naga, sisanya ada beberwpa fasad-fasad lain sih dan akhirnya ditahun 1930 diresmikanlah Gerbang Ishtar ini di museum Pergamon

begini deh sebagian bentuk dinding dari Ishtar Gate ini (ancient-origins.net)

Bentuk singa yang ada di Isthar gate (ancient.eu)

Bentuk naganya ni gaes, lucu ya..yang penting ada sisiknya lah hehe (extremenature.blogspot.co.id)

Nah ini sapi bertanduknya nih (ancient.eu)

Nah itu dehh photo-photo dari Gerbang Ishtar. Bisa dibayangkan dah tuh gedenya gerbang ke kerajaannya Nebukadnezar ini.

feature image dari wikipedia.org

Thanks to Citra Anastasia atas artikelnya 30 Tahun Penuh Pertanyaan untuk Babylon’s Ishtar Gate di National Geographic sebagai referensi

wicak

Seorang penulis lepas yang sedang menimba ilmu di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Leave a Reply

%d bloggers like this: