Lima Fakta Mencengangkan Manusia Purba Ketika Bercinta

Mulai ada manusia ada di muka bumi yang namanya kebutuhan biologis seperti seksual melalui hubungan intim sama seperti pada umumnya ada pejantan dan ada yang wanita. Kalau manusia pada saat ini secara naluri mampu melakukan hubungan tersebut dengan wajar saja, nah kira-kira orang pada masa jaman prasejarah apa sudah mengerti mengenai hubungan tersebut, dimana segala pengetahuan mereka masih terbatas?

Jawabannya ya tentu iya karena secara naluri, manusia jaman dulu sama seperti makhluk hidup lain seperti hewan, mampu dan paham, ya kalau engga, mungkin engga ada manusia jaman sekarang. Nah ada beberapa fakta di bawah ini bagaimana orang jaman purba ketika bercinta

Memuaskan diri dengan benda buatan

sumber

Bahkan pada jaman dulu manusia sudah mengerti yang namanya dildo, ya mereka sudah mengerti dan paham arti dari memuaskan diri sendiri. Ini dilihat dari penemuan semacam alat ukiran untuk bercinta, dengan polesan yang sedemikian halus menyerupai alat kelamin manusia

Seorang arkeolog yang meneliti, Timothy Taylor mengatakan bahwa jika ukuran dan bentuknya memang sangat mirip dengan aslinya, benda ini ditemukan di Gua Hohle Fels, di sebelah bagian barat daya Jerman, namun jangan salah dildo atau alat pemuas seksual ini memiliki peran ganda di dalam penggunaannya tidak seperti yang ada pada jaman sekarang, pada jaman dulu alat ini selain berfungsi untuk bersenang-senang, benda ini juga kadang digunakan sebagai hammerstone atau alat bantu yang berfungsi sebagai palu pada jaman itu

 

Menghormati Patung Venus simbol kesuburan

sumber

Orang jaman dulu juga mendewakan dan menghormati yang namanya dewa atau dewi kesuburan, hal ini bisa terlihat dengan adanya patung venus di kota Velch. Patung venus ini merupakan bentuk dari Afrodit dan Etruscan deity Turan, Afrodit itu merupakan dewi kecantikan, cinta dan seksual sementara Etruscan deity Turan itu merupakan dewi dari para wanita yang ada di dunia, jadi dengan menyembah patung venus yang digambarkan sangat vulgar, mereka menghormati dan berharap akan kesuburan pada diri mereka, dan lagi mereka menganggap bahwa kehamilan itu merupakan suatu keajaiban jadi mereka sangat menghormatinya

Perkawinan sedarah

sumber

Ada penelitian di tahun 2013 yang mengungkapkan bahwa jaman dulu juga ada yang namanya perkawinan sedarah. Fenomena ini dibuktikan dengan meneliti beberapa sampel tengkorak dengan menggunakan CT scan, di sampel tersebut ditemukan bahwa terdapat mutasi genetik yang aneh, terdapat lubang di mahkota tengkoraknya, hal ini bisa dikatakan bahwa mereka terlahir cacat. Hal ini sangat dimungkinkan terjadi karena adanya perkawinan sedarah yang menyebabkan bayi yang terlahir akan cacat

Bercinta dengan binatang

sumber

Tidak hanya bercinta dengan satu spesies ternyata orang purba juga kadang melakukan hubungan persetubuhan dengan binatang. Fenomena ini bisa dibuktikan melalui gambar yang ada pada salah satu gua yang ada di Prancis. Dari gambar tersebut diteliti ada singa betina yang menjilati alat kelamin manusia raksasa atau vulva

Ada juga lukisan yang lain yang ditemukan di Italia, menceritakan bagaimana seorang laki-laki berhubungan dengan seekor keledai betina

Membatasi populasi zaman dulu

sumber

 Namanya orang jaman dulu, walau sebagian ada yang menghormati adanya kehamilan dan kelahiran namun sebagian lagi tidak menghormati hal tersebut dikarenakan karena ingin mengontrol jumlah populasi di masyarakat tersebut, jadi mereka juga paham untuk membatasi yang namanya kelahiran, bisa dengan cara aborsi juga lebih brutal lagi ya dengan membunuh bayi yang baru lahir, karena menurut seorang sejarawan, Svend Hansen bahwa dalam kehidupan bermasyarakat atau berkoloni jumlah kelahiran yang tinggi itu sangat tidak diinginkan
Karena sebagian besar mereka juga tidak menetap di gua-gua kadang mereka juga musti berpindah tempat dikarenakan sumber daya ditempat tersebut hampir habis, jadi mereka harus mencari tempat lainnya yang banyak sumber daya alamnya, dan ini menempuh perjalanan yang sangat berat. Karena pada umumnya mereka berkoloni hanya terdiri dari sekitar 15 sampai 30 orang maka jika ada bayi dalam perjalanan mereka maka perjalanan akan menjadi lebih sulit lagi, karena ada tambahan yang harus diberi makan, jadi mereka lebih memilih untuk membunuh bayi tersebut demi kelangsungan hidup koloni

Begitulah beberapa fenomena yang terjadi bagaimana orang jaman purba menyikapi kebutuhan biologis mereka dengan segala keterbatasan ilmu pengetahuan dan hanya berdasarkan naluri saja

feature image : sumber

 

wicak

Seorang penulis lepas yang sedang menimba ilmu di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Leave a Reply